MENYADARI PENTINGNYA KATA MAAF

‘‘Forgiveness is the offspring of a feeling of heroism, of a noble, of a generous mind, whilst forgetfulness is only the result of a weak memory, or of an easy carelessness, and still oftener of a natural desire for calm and quietness. Hatred, in the course of time, kills the unhappy wretch who delights in nursing it in his bosom. ‘’

(Giamono Casanova)

Pada suatu hari, seorang sahabat berkata, “Menurut saya, maaf adalah kata yang cukup sakral, seperti halnya kata cinta. Kalau sering diucapkan malah kehilangan esensinya ”. Mungkin ada diantara kita yang memiliki persamaan asumsi dengan dengan kalimat tersebut? Namun menurut saya, karena terlalu berharganya kata maaf maka kata tersebut hanya layak bagi mereka yang berhak menerimanya dan esensinya pun tidak akan berkurang. Kalau beberapa orang yang kita temui berhak mendapatkannya, kenapa kita nggak dengan tulus berkata maaf? Bukankah tanpa kita sadari, mungkin saja kita telah menyakiti orang lain atau menyinggung perasaannya, kalau dengan kata maaf bisa membuat kita dan mereka menjadi lebih baik, kalau dengan maaf bisa membuat dosa kita terhapus, kenapa engga???

                Maaf adalah salah satu parameter kepekaan hati yang takut melukai perasaan orang. Maaf adalah permintaan hati yang tahu bahwa nafas bisa kapan saja berhenti. Maaf adalah jabatan hati yang belum tentu bisa kita suguhkan pada orang yang pernah kita sakiti pada hari yang pernah kita harapkan. Maaf adalah kata yang sulit dikatakan, namun bisa menghapus dosa bagi mereka yang mendapatkan maaf itu sendiri. Maaf adalah kata yang tak mutlak menunjukkan bahwa kita ceroboh. Maaf adalah kata yang tak menjadi parameter sebuah kekalahan. Maaf adalah kata yang menegaskan bahwa kita tak selalu benar. Maaf adalah kata yang berharga yang dapat kita ketahui bila permintaan maaf itu tulus dari hati.

Sahabat, ajak teman-teman dan saudara yuk untuk bareng-bareng belajar tentang pengetahuan agama islam. Jangan lupa hubungi kontak tertera ya. Ingat belajar islam ingat BEST CHOICE PRIVAT.

Guru Les privat mengaji Sidoarjo | Malang | Surabaya | Solo/Surakarta | Jogja/Yogyakarta | Bandung | Jabodetabek | Jakarta | Bogor | Depok | Tanggerang | Bekasi WA 085732690659

“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”

(QS. Asy-Syu’ara:39-40)

Sumber : Flacheya. 2011. Manage Your Heart Volume 1. Solo. : Afra Publishing