Menenangkan Sebuah Emosi

Ari Abu Hurairah, seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw  : “Berilah nasihat kepadaku”. Rasulullah bersabda, “janganlah kamu marah”. Lalu beliau mengulanginya, “Janganlah kamu marah”.

Emosi itu berbagai macam bentuknya, seperti luapan kebahagiaan, kecewa, benci, rindu, cemburu,marah. Namun seringkali istilah itu diartikan sebagai rasa marah. Ketika seseorang sedang marah ada berbagai mavam reaksinya, ada yang dia sampai banting piring, berkata yang tidak benar, ada yang melampiaskan kemarahannya pada orang-orang terdekatnya. Ya..memang kadang gak terasa sih, kita sangat mudah menjangkau orang-orang terdekat kita untuk melampiaskan emosi atau kemarahan kita, dan anehnya seringkali kita gak sadar. Ketahuilah sobat, kalau kita sedang marah banyak energi yang terbuang, dan kita juga sedang dipengaruhi syaitan loh…hihihi ngeri yaa!

INGAT LES PRIVAT NGAJI, INGAT BEST CHOICE PRIVAT.

Kunjungi Website Kami, Kami Hadir di Kota Kalian.

Guru Les privat mengaji Sidoarjo | Malang | Surabaya | Solo/Surakarta | Jogja/Yogyakarta | Bandung | Jabodetabek | Jakarta | Bogor | Depok | Tanggerang | Bekasi WA 085732690659

Dalam sebuah hadits, Allah telah memerintahkan malaikat menemui iblis supaya dia menghadap Rasulullah untuk memberi tahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmahnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw. dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada manusia. Malaikat pun berjumpa iblis dan berkata “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar membri perintah untuk menghadap Rasulullah saw. Hendaklah engkau bka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah., hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang sangat keras”. Mendengar ucapan malaikat yang dahsyat itu, iblis sangatlah ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah saw. Dalam 20 pertanyaan tersebut, Rasulullah saw. bertanya, Dengan jalan apa umatku dapat menolak tipu daya engkau?“, Kemudian iblis menjawab, “Jika dia berbuat dosa maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis dan menyesal akan perbuatannya. Apabila ia marah segeralah mengambil air wudhu maka padamlah marahnya”.

Sumber : Flacheya. 2011. Manage Your Heart Volume 1. Solo. : Afra Publishing