BAGAIMANA MENYIKAPI KEMUNGKARAN?

Hidup di dunia ini hanyalah persinggahan sementara, schedule kematian kita telah diatur oleh Allah bahkan sebelum kita lahir. Maka aturlah kehidupan kita dengan sedemikian rupa agar bermanfaat, menjadi sebaik-baik manusia “khoirunnas anfa uhum linnas”. Manusia hanya bisa berusaha dengan amalan terbaiknya, amalan itu bukan hanya berupa ibadha sholat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah termasuk rajin dalam puasa, dan haji. Ibadah termasuk rajin dalam beraktivitas, menekuni bidang yang kita kuasai atau menjadi keahlian kita. Berkaryalah dengan sebaik-baik karya yang dapat bermanfaat untuk orang banyak.


Berkarya, tentu ini bukanlah hal yang mudah. Semisal dalam dunia kerja, tidak jarang orang yang memiliki rasa iri terhadap karya ataupun prestasi yang kita raih, hal ini adalah hal yang sangat wajar. Bagaimana kita mengambil sikap terhadap rival kita, akankah kita memusuhi, atau tetap bersaing secara sehat.


Sebuah contoh dalam sebuah kantor rekan kerja kita mengajak melakukan kecurangan, melakukan sebuah korupsi proyek pembangunan karena dirasa gajinya tidak sesuai dengan yang diharapkan (inginnya punya uang ceperan), sedangkan kita tanpa korupsi selalu dapat bonus dari kantor karena ide-ide cemerlang kita mempercepat perkembangan kantor. Maka sikap yang kita ambil adalah menolak untuk korupsi, dengan mengajak teman kita agar lebih berkembang. Memang bukanlah hal yang mudah menolak suatu kemungkaran, namun dengan bekal tauhid dan takwa Insya Allah bisa, kita selalu minta petunjuk kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang benar yang membawa pada keselamatan dunia akhirat.

Oleh : Darojatur Rofiah, S.Sos

Guru Les privat mengaji Sidoarjo | Malang | Surabaya | Solo/Surakarta | Jogja/Yogyakarta | Bandung | Jabodetabek | Jakarta | Bogor | Depok | Tanggerang | Bekasi WA 085732690659