BOLEHKAH BERDOA DENGAN LAFADZ “IN SYI’TA”

Di saat genting, semua doa akan dibaca. Bahkan terkadang sampai salah ucap doa. Doa yang seharusnya dibaca sebelum makan dan tidur, tanpa dirasa ikut terbawa. Bahkan biasanya bernazar dengan kata andai atau jikalau, hamba akan begini dan begitu. Air matanya sampai-sampai menambah debit air laut, saking khusyuknya.

Akhirnya pertolongan Allah Subhanahu wata’ala datang menghampirinya. Akhirnya ia selamat sampai ke pinggir pantai.

Artinya, ketika kita minta dengan sungguh-sungguh maka pasti akan diijabah. Sesuai dengan janji-Nya, Allah Subhanahu wata’ala tidak akan berhutang permintaan. Semua doa hamba pasti dikabulkan. Hanya doa orang yang tidak yakin dan main-main saat berdoa saja yang tidak diijabah. Karena salah satu syarat terkabulnya doa adalah harus yakin dan khusyuk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berdoalah kepada Allahu Ta’ala seraya yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allahu Ta’ala tidak akan menerima doa hamba-Nya yang hatinya lupa pada-Nya dan main-main.” (HR. Tirmidzi, Mukhtarul Hadits)

Seperti halnya di atas, ketika dalam keadaan terdesak dan genting atau sangat bahaya, pasti doa yang dipanjatkan amat khusyuk. Air mata akan membanjiri tangan dan sejadah. Itu menandakan betapa faqir-nya makhluk pada Sang Kholiq. Kita sebagai hamba harus yakin dengan apa yang diminta. Karena Allahu Ta’ala akan mengabulkan doa dari hati yang yakin dan pasrah pada-Nya.

Tidak perlu menggunakan lafadz “insyi’ta“, jika Engkau berkehendak, saat berdoa.

💡 Lafadz tersebut dilarang oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk diucapkan dalam doa.

 Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah kalian berdoa (misal) “Ya Allah, jika engkau berkehendak, maka ampunilah hamba. Ya Alah kasihanilah hamba jika Engkau berkehendak.,” akan tetapi hendaklah berdoa menuju pada inti yang diminta. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa Allah Swt.

 (HR. Bukhori-Muslim. Hal. 326-327)

Berdoa harus yakin. Berdoa tidak boleh sambil main-main. Berdoa juga tidak perlu mendikte Allah Swt. Tugas kita hanya meminta, soal diberi atau tidak itu urusan Allah. Hindarilah kata” jikalau atau seandainya” saat berdoa.

Allah Ta’ala A’lam.

https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/bolehkah-berdoa-dengan-lafaz-syita/==================

Guru Les privat mengaji Sidoarjo | Malang | Surabaya | Solo/Surakarta | Jogja/Yogyakarta | Bandung | Jabodetabek | Jakarta | Bogor | Depok | Tanggerang | Bekasi WA 085732690659