Berjalan di Tangga Kemenangan

Berjalan di Tangga Kemenangan adalah berbicara tentang sebuah keabaran. Saya yakin bahwa semua dari kita pernah mengalami perselisihan dengan lawan bicara kita. Ntah itu masalah serius atau masalah kecil. Bila tak ada perubahan sikap yang menagarah ke hal baik dari orang yang berselisih dengan kita, tetaplah berusaha memupuk rasa sabar meski butuh energy untuk bisa berlapang dada. Dinginkan hati dari kekalutan yang ada, karena kalau kita biarkan bisa menjadi dendam.
Ngga penting banget kan punya rasa dendam? Terkuras energi dan waktu kita untuk terlalu memikirkan orang lain, dan tentunya kita merasa gak aman. So.. dari pada dendam mending kita alihkan pikiran kita untuk mengingat kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan ke kita. Setelah itu kita berusaha berjalan di atas tangga kemenangan bersama rasa sabar. Seperti yang dikatakan oleh Baginda kita Rasulullah saw.
“Barangsiapa yang tetap bersabar, Allah akan membuatnya sabar. Tak ada karunia yang lebih baik daripada kesabaran”. (HR. Bukhari)
Sesungguhnya yang lebih tahu tentang diri kita dan timbangan amal shaleh kita hanyalah Allah SWT. Bukannya manusia. Jauh lebih baik mendapat penghargaan dan nama baik di mata Allah SWT daripada mencari nama baik di mata manusia. Apalagi kalau apa-apa yang kita lakukan demi award di mata manusia itu dapat menjauhkan kita dari Allah SWT. Rasa sakit tidak harus dibalas dengan rasa sakit pula.
“Niatkan segala kebaikan hanya karena mencari ridho Allah, jangan harap kebaikan yang sama dari orang yang kita beri kebaikan. Niscaya Allah akan balas kebaikan kita dari arah yang tidak kita duga, Wallahu a’lam bishawab”

Guru Les privat mengaji Sidoarjo | Malang | Surabaya | Solo/Surakarta | Jogja/Yogyakarta | Bandung | Jabodetabek | Jakarta | Bogor | Depok | Tanggerang | Bekasi WA 085732690659

Sumber : Flacheya. 2011. Manage Your Heart Volume 1. Solo. : Afra Publishing